<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Zulkifli's Blog</title>
	<atom:link href="http://9fly.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://9fly.wordpress.com</link>
	<description>Putra Bukit Antara Leuser</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2009 11:03:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='9fly.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Zulkifli's Blog</title>
		<link>http://9fly.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://9fly.wordpress.com/osd.xml" title="Zulkifli&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://9fly.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kultur Jaringan Tumbuhan</title>
		<link>http://9fly.wordpress.com/2008/12/22/kultur-jaringan-tumbuhan/</link>
		<comments>http://9fly.wordpress.com/2008/12/22/kultur-jaringan-tumbuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 07:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>9fly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur Jaringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://9fly.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Kultur jaringan bila diartikan ke dalam bahasa Jerman disebut Gewebe kultur atau tissue culture (Inggris) atau weefsel kweek atau weefsel cultuur (Belanda). Kultur jaringan atau budidaya in vitro adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, jaringan atau organ yang serba steril, ditumbuhkan pada media buatan yang steril, dalam botol kultur yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=9fly.wordpress.com&amp;blog=5853287&amp;post=64&amp;subd=9fly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kultur jaringan bila diartikan ke dalam bahasa Jerman disebut Gewebe kultur atau tissue culture (Inggris) atau weefsel kweek atau weefsel cultuur (Belanda).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kultur jaringan atau budidaya in vitro adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti protoplasma, sel, jaringan atau organ yang serba steril, ditumbuhkan pada media buatan yang steril, dalam botol kultur yang steril dan dalam kondisi yang aseptik, sehingga bagian-bagian tersebut dapat memperbayak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]-->Dasar teori yang digunakan adalah teori totipotensi yang ditulis oleh SCHLEIDEN dan SCHWANN yang menyatakan bahwa teori totipotensi adalah bagian tanaman yang hidup mempunyai totipotensi, kalau dibudidayakan di dalam media yang sesuai, akan dapat tumbuh dan berkembang menjadi tanaman yang sempurna, artinya dapat bereproduksi, berkembang biak secara normal melalui biji atau spora.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pekerjaan kultur jaringan meliputi: persiapan media, isolasi bahan tanam (eksplan), sterilisasi eksplan, inokulasi eksplan, aklimatisasi dan usaha pemindahan tanaman hasil kultur jaringan ke lapang. Pelaksana harus bekerja dengan teliti dan serius, karena setiap tahapan pekerjaan tersebut memerlukan penanganan tersendiri dengan dasar pengetahuan tersendiri.<span id="more-64"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DE">Landasan kultur jaringan didasarkan atas tiga kemampuan dasar dari tanaman, yaitu: </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="DE">Totipotensi </span><span lang="DE">adalah potensi atau      kemampuan dari sebuah sel untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman      secara utuh jika distimulasi dengar benar dan sesuai. Implikasi dari      totipotensi adalah bahwa semua informasi tentang pertumbuhan dan      perkembangan suatu organisme terdapat di dalam sel. Walaupun secara teoritis      seluruh sel bersifat totipotensi, tetapi yang mengekspresikan keberhasilan      terbaik adalah sel yang meristematik. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="DE">Rediferensiasi </span><span lang="DE">adalah kemampuan sel-sel      masak (mature) kembali menjadi ke kondisi meristematik dan dan berkembang      dari satu titik pertumbuhan baru yang diikuti oleh rediferensiasi yang      mampu melakukan reorganisasi manjadi organ baru.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="DE">Kompetensi </span><span lang="DE">menggambarkan potensi endogen dari      sel atau jaringan untuk tumbuh dan berkembang dalam satu jalur tertentu.      Cantohnya embrioagenikali kompeten cel adalah kemampuan untuk berkembang      menjadi embrio funsional penuh. </span>Sebaliknya adalah non-kompeten atau      morfogenetikali tidak mempunyai kemampuan.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Tipe-tipe Kultur Jaringan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kultur jaringan (tissue culture) sampai saat ini digunakan sebagai suatu istilah umum yang meliputi pertumbuhan kultur secara aseptik dalam wadah yang umumnya tembus cahaya. <span lang="DE">Sering kali kultur aseptik disebut juga kultur in vitro yang artinya sebenarnya adalah kultur di dalam gelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DE">Dalam pelaksanaannya dijumpai beberapa tipe-tipe kultur, yakni: </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span>Kultur biji</span> (seed culture),      kultur yang bahan tanamnya menggunakan biji atau seedling.</li>
<li class="MsoNormal"><span>Kultur organ</span> (organ culture),      merupakan budidaya yang bahan tanamnya menggunakan organ, seperti: ujung      akar, pucuk aksilar, tangkai daun, helaian daun, bunga, buah muda,      inflorescentia, buku batang, akar dll.</li>
<li class="MsoNormal"><span lang="DE">Kultur      kalus</span><span lang="DE"> (callus culture),      merupakan kultur yang menggunakan jaringan (sekumpulan sel) biasanya      berupa jaringan parenkim sebagai bahan eksplannya. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="DE">Kultur      suspensi sel</span><span lang="DE"> (suspension      culture) adalah kultur yang menggunakan media cair dengan pengocokan yang      terus menerus menggunakan shaker dan menggunakan sel atau agregat sel      sebagai bahan eksplannya, biasanya eksplan yang digunakan berupa kalus      atau jaringan meristem. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Kultur protoplasma.</span> eksplan yang      digunakan adalah sel yang telah dilepas bagian dinding selnya menggunakan      bantuan enzim. Protoplas diletakkan pada media padat dibiarkan agar      membelah diri dan membentuk dinding selnya kembali. Kultur protoplas      biasanya untuk keperluan hibridisasi somatik atau fusi sel soma (fusi 2      protoplas baik intraspesifik maupun interspesifik).</li>
<li class="MsoNormal"><span>Kultur haploid</span> adalah kultur yang      berasal dari bagian reproduktif tanaman, yakni: kepalasari/ anther (kultur      anther/kultur mikrospora), tepungsari/ pollen (kutur pollen), ovule (kultur      ovule), sehingga dapat dihasilkan tanaman haploid.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p><!--[if !mso]&gt;--> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/9fly.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/9fly.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/9fly.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/9fly.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/9fly.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/9fly.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/9fly.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/9fly.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/9fly.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/9fly.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/9fly.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/9fly.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/9fly.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/9fly.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=9fly.wordpress.com&amp;blog=5853287&amp;post=64&amp;subd=9fly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://9fly.wordpress.com/2008/12/22/kultur-jaringan-tumbuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c676fa4bc669aabfe55773a43451f2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">9fly</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mekanisme Penyerapan Hara</title>
		<link>http://9fly.wordpress.com/2008/12/20/mekanisme-penyerapan-hara/</link>
		<comments>http://9fly.wordpress.com/2008/12/20/mekanisme-penyerapan-hara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 08:04:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>9fly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[penyerapan unsur hara]]></category>
		<category><![CDATA[proses penyerapan hara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://9fly.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Unsur hara dapat tersedia disekitar akar melalui 3 mekanisme penyediaan unsur hara, yaitu: (1) aliran massa, (2) difusi, dan (3) intersepsi akar. Hara yang telah berada disekitar permukaan akar tersebut dapat diserap tanaman melalui dua proses, yaitu: 1. Proses Aktif, yaitu: proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif atau proses penyerapan hara yang memerlukan adanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=9fly.wordpress.com&amp;blog=5853287&amp;post=39&amp;subd=9fly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p 	{mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0cm; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0cm; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}   --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1; --><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="DE">Unsur hara dapat tersedia disekitar akar melalui 3 mekanisme penyediaan unsur hara, yaitu: (1) aliran massa, (2) difusi, dan (3) intersepsi akar. Hara yang telah berada disekitar permukaan akar tersebut dapat diserap tanaman melalui dua proses, yaitu:<br />
1. Proses Aktif, yaitu: proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif atau proses penyerapan hara yang memerlukan adanya energi metabolik, dan </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="DE">2. Proses Selektif, yaitu: proses penyerapan unsur hara yang terjadi secara selektif.<span id="more-39"></span></span><!--"baca lebih lanjut......"--></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="DE">Proses Aktif:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DE">Proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif dapat berlangsung apabila tersedia energi metabolik. Energi metabolik tersebut dihasilkan dari proses pernapasan akar tanaman. Selama proses pernapasan akar tanaman berlangsung akan dihasilkan energi metabolik dan energi ini mendorong berlangsungnya penyerapan unsur hara secara proses aktif. Apabila proses pernapasan akar tanaman berkurang akan menurunkan pula proses penyerapan unsur hara melalui proses aktif. Bagian akar tanaman yang paling aktif adalah bagian dekat ujung akar yang baru terbentuk dan rambut-rambut akar. </span>Bagian akar ini merupakan bagian yang melakukan kegiatan respirasi (pernapasan) terbesar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DE">Proses Selektif:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DE">Bagian terluar dari sel akar tanaman terdiri dari: (1) dinding sel, (2) membran sel, (3) protoplasma. Dinding sel merupakan bagian sel yang tidak aktif. Bagian ini bersinggungan langsung dengan tanah. Sedangkan bagian dalam terdiri dari protoplasma yang bersifat aktif. Bagian ini dikelilingi oleh membran. Membran ini berkemampuan untuk melakukan seleksi unsur hara yang akan melaluinya. Proses penyerapan unsur hara yang melalui mekanisme seleksi yang terjadi pada membran disebut sebagai proses selektif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="DE">Proses selektif terhadap penyerapan unsur hara yang terjadi pada membran diperkirakan berlangsung melalui suatu carrier (pembawa). Carrier (pembawa) ini bersenyawa dengan ion (unsur) terpilih. Selanjutnya, ion (unsur) terpilih tersebut dibawa masuk ke dalam protoplasma dengan menembus membran sel.<br />
Mekanisme penyerapan ini berlangsung sebagai berikut:<br />
(1) Saat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk kation (K+, Ca2+, Mg2+, dan NH4+) maka dari akar akan dikeluarkan kation H+ dalam jumlah yang setara, serta<br />
(2) Saat akar tanaman menyerap unsur hara dalam bentuk anion (NO3-, H2PO4-, SO4-) maka dari akar akan dikeluarkan HCO3- dengan jumlah yang setara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/9fly.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/9fly.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/9fly.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/9fly.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/9fly.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/9fly.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/9fly.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/9fly.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/9fly.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/9fly.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/9fly.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/9fly.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/9fly.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/9fly.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=9fly.wordpress.com&amp;blog=5853287&amp;post=39&amp;subd=9fly&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://9fly.wordpress.com/2008/12/20/mekanisme-penyerapan-hara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c676fa4bc669aabfe55773a43451f2ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">9fly</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
